UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2016 genfm

Loading..

PBB: 3,5 Juta Pengungsi Anak Tak Bersekolah

Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) melaporkan lebih dari setengah jumlah pengungsi anak-anak di dunia tidak bersekolah.  

UNHCR menyebutkan, pada tahun lalu dari total 6,4 juta pengungsi anak berusia antara 5-17 tahun tidak memiliki kesempatan untuk mendapat akses pendidikan. 

Dalam laporan berjudul "Left Behind: Refugee Education in Crisis", UNHCR menyampaikan jumlah ini turun sedikit jika dibandingkan dengan 2015 di mana sekitar 3,7 juta pengungsi anak tercatat tidak bisa bersekolah. 

Setengah dari sekitar 17,2 juta pengungsi yang berada di bawah asuhan UNHCR merupakan anak-anak. 

Karena itu, lembaga tersebut mendesak dunia internasional untuk lebih fokus memperhatikan pendanaan bagi fasilitas pendidikan anak-anak pengungsi. 

UNHCR mendorong negara-negara pendonor untuk meningkatkan investasi serta komitmennya dalam pembangunan sektor pendidikan bagi pengungsi. 

Berdasarkan statistik, pada 2016 lalu sekitar 91 persen anak-anak di dunia menjalani pendidikan sekolah dasar atau SD. Namun, hanya sekitar 61 persen pengungsi anak yang bisa menikmati pendidikan dasar meski jumlah ini meningkat dari 50 persen pada 2015. 

Sebanyak 84 persen anak di dunia pun memiliki akses pendidikan lanjutan. Namun hanya 23 persen pengungsi anak yang bisa melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah lanjutan. Namun, Grandi menyebutkan, para pengungsi yang ditampung atau diterima suakanya oleh negara berpenghasilan rendah tak sepenuhnya menjamin akses pendidikan mereka. 

Dia mengatakan, satu dari tiga anak pengungsi yang hidup di negara berpenghasilan rendah enam kali lebih kecil kemungkinannya untuk bersekolah daripada anak-anak lainnya di dunia.  

Berikan Komentar Anda