UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2016 genfm

Loading..

Rencana Keren Surabaya untuk Keputih: Ruang Publik Kreatif Seluas 55 Hektare

Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan UCLG ASPAC melalui UN-Habitat Public Space Global untuk membangun dan memanfaatkan lahan eks-Insinerator menjadi Ruang Publik Kreatif akan segera terwujud.

Hari ini, Jumat (11/8/2017) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sekretaris Jenderal UCGL Aspac Bernardia Tjandradewi dan Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melakukan Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Ruang Publik Kreatif di kawasan eks-incinerator, Keputih Surabaya.   

Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan ini adalah sejarah bagi Kota Surabaya. Sebab, lahan seluas 55 hektare ini dulunya merupakan lokasi eks-insinerator milik Pemkot yang sebentar lagi akan diubah menjadi ruang publik kreatif. Selain taman, sambung Risma, akan ada banyak fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Surabaya khususnya warga surabaya timur. 

Menurut Risma, selama membuat konsep atau desain bangunan, Pemkot melibatkan partispasi dari tokoh masyarakat sekitar, arsitek dan designer. Sedangkan untuk proses pembangunnya dilakukan oleh Kontraktor dari Kota Surabaya. Masing-masing dibantu oleh 45 orang yang terdiri dari 30 orang mahasiswa S1dan S2 jurusan arsitektur/desain interior dan 15 arsitek profesional dan akademisi. 

Disampaikan Risma, tenggat waktu pembangunan lahan eks-insinerator ini ditarget selesai pada bulan Desember 2017. Ditanya soal dana yang dikeluarkan selama proses pembangunan lahan eks-insinerator menjadi ruang publik kreatif, dirinya mengungkapkan tidak menggunakan anggaran APBD melainkan dibantu dari Kementerian PUPR, UCGL Aspac dan CSR-CSR yang lain. 

Sekretaris Jenderal UCGL Aspac Bernardia Tjandradewi, mengapresiasi langkah dan upaya wali kota surabaya yang berhasil menyulap TPA menjadi ruang publik kreatif. Baginya, langkah yang sudah dilakukan Pemkot bisa menjadi referensi bagi kota-kota di Indonesia bahkan kota yang ada di luar negeri.

Sumber : beritajatim.com

Berikan Komentar Anda