UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2016 genfm

Loading..

KUNCI JAWABAN UNBK SMK HARI PERTAMA

Isu kebocoran jawaban selalu mewarnai dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bahkan hari pertama UNBK jenjang SMK diwarnai dengan adanya dugaan kunci jawaban yang tersebar ke peserta didik.

Kunci jawaban pelajaran Bahasa Indonesia tersebut diketahui tersebar di SMK yang ada di wilayah Surabaya Selatan.

Sejumlah siswa dalam pengakuannya mengamini kunci jawaban yang beredar tersebut.

Bahkan setelah dicocokkan dengan soal yang diujikan, mereka menyebut ada kesamaan jawaban dengan yang tertulis di kunci jawaban yang beredar. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman membantah keras. Pihaknya yakin informasi tersebut salah. Sebab, setiap komputer jawabannya tidak ada yang sama.

“Kalau UNBK sudah dijamin akurasinya. Bisa jadi hal itu hanya spekulasi saja. Sebab, pengawasan UNBK sudah ketat,” terang Saiful.

Saiful mengaku, sistem UNBK berasal dari server pusat di Kemendikbud. Begitu juga dengan kontrol server yang selalu terpantau oleh panitia dari pusat.

“Saya yakin itu tidak mungkin,hanya spekulasi saja itu. Karena server dipantau semua oleh pusat,” tutur dia.

Disinggung terkait pengawasan ujian, Saiful memastikan tidak akan ada perubahan. Proses ujian di sekolah akan dipantau oleh CCTV. Sehingga, jika ada kecurangan pasti terpantau dan terbukti melalui rekaman.

“Kami punya bukti jika memang ada kecurangan,” tandasnya.

Sementara itu, Pakar IT Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Arif Senja Fitrani menuturkan, Kemendikbud kabarnya telah mengenkripsi soal-soal yang digunakan pada UNBK.

Namun, setiap enkripsi pasti bisa dilakukan deskripsi. Salah satunya dengan mengetahui algoritma data untuk memecahkan pola enskripsinya.

“Tapi jika ada hacker yang berulah, sangat kecil kemungkinan mengambil cara tersebut. Karena untuk melakukan decript  data yang sudah terenskripsi itu butuh waktu,” tuturnya.

Enskripsi data, lanjut dia, bisa dilakukan dengan dua pola. Pertama mengenkrispi paket soal pada saat sinkronisasi dari server pusat ke server lokal. Kedua, mengenkripsi isi soal UNBKpada saat distribusi dari server pusat.

Pada saat sinkronisasi menggunakan jaringan internet, peluang untuk meretas terjadi. Sebab, pada saat itu server pusat dan server lokal menggunakan jaringan internet publik yang siapapun bisa masuk dan memotongnya.

“Tidak hanya soal UNBK. Nilai ujian juga bisa dipotong saat proses pengiriman ke server pusat berlangsung dan itu terbukti pernah terjadi,” pungkasnya.

Sumber : surabaya.tribunnews.com selengkapnya klik disini

Berikan Komentar Anda