UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2016 genfm

Loading..

SURABAYA MENDUNIA LOH

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengarak penghargaan Lee Kuan Yew yang baru saja diraih Kota Pahlawan, Selasa 10 Juli 2018. 

Penghargaan yang menjadi bukti keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mengelola dan memajukan wilayah perkampungan itu diarak bersama Risma dari Lapangan Korem menuju Taman Surya.

Warga Kota Surabaya tampak antusias menyambut arak-arakan Risma dan serangkaian penghargaan yang diperoleh Kota Pahlawan.

Sebab bukan hanya Lee Kuan Yew World City Prize yang diarak keliling kota.

Namun juga sederet penghargaan kelas internasional yang diperoleh Surabaya selama tahun 2017 dan 2018.

Semua penghargaan yang diperoleh itu diarak dengan tujuan agar masyarakat Surabaya tahu kotanya meraih banyak penghargaan.

Dan tentunya diharapkan bisa meningkatkan kebanggaan warganya atas Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Risma mengatakan kategori yang dimenangkan terkait mampunya Surabaya menjaga kebudayaan dan juga sejarah Kota Pahlawan.

Selain itu juga terkait pengembangan dan pemberdayaan perkampungan.

Tidak hanya itu, di sejumlah taman di Surabaya juga diberikan sejumlah layanan khusus.

Seperti layanan pengobatan untuk Taman Lansia, layanan dokter di Taman Paliatif, serta adanya layanan belajar internet melalui Broadband Learning Center di taman-taman Surabaya.


Hal ini juga sempat menarik perhatian dari Menteri Luar Negeri Singapura yang ditemui Risma, untuk belajar dari Kota Pahlawan.

Meski sudah banyak mendapatkan penghargaan, namun Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menegaskan tujuan memajukan kota bukan agar mendapatkan penghargaan, namun menyejahterakan warganya.


Meski Surabaya APBD-nya hanya Rp 8 triliun, namun dikatakan Risma mampu secara komprehensif membangun kota.

Hal itulah yang menjadi alasan Surabaya layak menerina penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize.

Berikan Komentar Anda