UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2016 genfm

Loading..

3.607 Sekolah di Surabaya Mulai PTM 100 Persen

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya membuka keran pembelajaran tatap muka (PTM) lebih lebar. Mulai hari ini (10/1), kuota sekolah dimaksimalkan menjadi 100 persen. Kebijakan itu kali pertama diberlakukan sejak pandemi melanda. PTM dengan kuota penuh diterapkan secara bertahap. Mekanismenya, hari ini sampai sepekan ke depan siswa yang mengikuti PTM dibagi menjadi dua sif.

Namun, mereka bersekolah pada hari yang sama. Yaitu, masing-masing 50 persen. Nah, jika hasil evaluasi menunjukkan PTM berjalan baik, baru pekan berikutnya siswa diizinkan masuk 100 persen sekaligus tanpa sif.

Kelengkapan sarana-prasarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga terus ditekankan. Mulai sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pembentukan satgas internal, ruangan khusus tempat siswa menunggu jemputan, hingga pemasangan aplikasi PeduliLindungi. 



Kelengkapan sarana-prasarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga terus ditekankan. Mulai sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pembentukan satgas internal, ruangan khusus tempat siswa menunggu jemputan, hingga pemasangan aplikasi PeduliLindungi. 

Selain sarana-prasarana penunjang prokes, warga sekolah juga siap menempuh PTM normal. Sejauh ini, papar dia, hampir semua guru dan tenaga kependidikan di Surabaya sudah divaksin dosis lengkap. Yaitu, dosis pertama dan dosis kedua. Sebab, itu menjadi syarat mutlak pelaksanaan PTM kuota penuh. ”Jika belum divaksin, mereka tidak boleh datang ke sekolah,’’ ujar Effendi.

Berbeda halnya dengan siswa. Vaksinasi siswa tidak menjadi syarat pelaksanaan PTM 100 persen. Meski ada anak yang belum diimunisasi, tidak ada masalah bagi mereka untuk mengikuti sekolah tatap muka. Asalkan siswa diizinkan oleh orang tuanya. Selama PTM, mereka juga wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Terutama mengenakan masker secara terus-menerus dan tidak berkerumun.




Sumber : Jawapos.com

Berikan Komentar Anda